Belajar Sabar

image

(Bersungguh-sungguh dan sabar)

Sepertinya dua kata kunci itu yang harus selalu diingat oleh mahasiswa yang sedang in relationship with sk*ipsi. Setidaknya, itulah yang kualami 1,5 tahun ini. Sampai akhirnya, kudengar kabar tanggal sidangku. Belum selesai sih, tp setidaknya, tinggal satu tarikan napas, dan semua akan selesai.

Ngapain aja 1,5 tahun? Bersungguh-sungguh rajin bimbingan, bersungguh-sungguh ke tempat penelitian di luar kota sampai berganti-ganti daerah, sabar dengan perlakuan orang di tempat penelitian yang terkadang tidak terlihat kooperatif, sabar nunggu dosen berjam-jam buat bimbingan yang hanya 10 menit. Bersungguh-sungguh menyayangi seseorang, sabar ketika ditinggalkan. Ehh..

Oke. Maksudnya, begini. Dulu aku berpikir cukup mudah mengerjakan skripsi. Yang penting bisa menganalisa. Ternyata, ada faktor x yang bisa menjadi peluang sekaligus ancaman. Usaha keras, rajin, dan bersungguh-sungguh, harus berhati-hati bertemu dengan si ‘malas’. Kesabaran jangan sampai bertemu dengan emosi yang tinggi dan ego yang tidak terkendali.

Akhirnya, aku belajar kedua hal tersebut selama proses skripsi ini. Bukan hanya sekedar ingin segera lulus, tetapi kedua kata itu telah memberitahuku bagaimana seharusnya kita menjalani setiap ujian dalam hidup ini.

Buat yang sedang atau akan memulai skripsi, ingatlah bahwa  Allah SWT memang menakdirkan sesuatu dengan sangat mudah, kun fa yakun. Tetapi, sebelumnya kita harus berusaha keras dulu. Man jadda wa jada. Dan selama proses tersebut, kita harus selalu bersabar karena man shabara zhafira.

#nulisrandom2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s