Enam Tahun Segala Rasa

image

(Sekolahku di masa sekarang)

Enam tahun aku habiskan waktu belajarku di sini, SDN 1 Handapherang. Aku masuk tahun 1998, ketika pergantian masa dari orde baru ke masa reformasi. Sekolahku ini tidak begitu jauh dari rumah. Biasanya aku pergi dan pulang dengan jalan kaki. Hanya ketika sedang manja saja aku naik angkot atau ojeg.

Kebanyakan dari teman sekelasku adalah teman di TK yang sama. Pada saat pertama masuk, jumlah muridnya adalah 40. Selama 6 tahun itu ada anak yang datang, ada juga yang pindah. Sampai di akhir, yang tersisa adalah 32 orang. Let me remember them (mungkin ada yang  terlewat, dan gak semua nama hafal dengan nama panjangnya)

Ade Hilmi | Adi | Aditia Nugraha | Apip Apriani | Arif (alm) | Deni | Dian Ismi Widianti | Dudi | Eva Putrida | Feri | Fiqri Rohman | Gilang Ramadhan | Imas Masnunah | Luki Fatmawati | Martina  Fauziah Natsr (Teh Fani) | Nunung | Rahmat | Rani | Rangga Yudistira (Gaga) | Reni | Reza Ayu Andety (Imey) | Resni Isnaeni | Saeful Yunus | Sari Apsari Suwarna | Sri Mulyati | Suhendar | Taryo Hari Kurnianto | Thessa Meisyamdiresta | Yeyet Sri Wahyuni | Yoga Visi Fauzi | Rahadian Aditresna

Karena terlalu lama, jadi terlalu banyak kisah di sini. Seperti, kisah pertemanan aku dengan Imey dan Teh Fani yang sangat dekat, tapi begitu naik ke kelas 4 menjadi berubah, Teh Fani bersama keempat teman lain yang secara fisik paling tinggi dan lebih gaul, membentuk grup sendiri, kemana-mana mereka memakai pernak-pernik yang sama, bermain bersama. Meskipun tidak terlalu eksklusif juga karena aku dan Imey sesekali bergabung bersama mereka. Misal, pada saat lomba voli, kita satu tim melawan SD lain (aku juga bisa main voli). Lalu, ketika lomba pramuka, kita bersama-sama satu grup mewakili sekolah.

Selain kisah pertemanan, masa-masa SD juga mulai diwarnai oleh cinta monyet. Anak cowok yang jadi rebutan itu Adit. Bukan hanya di sekolahku, di sekolah sebelah pun rasanya banyak yang menyukainya. Aku juga sepertinya pernah suka deh,hehe.. Adit emang paling ganteng dan berasal dari keluarga high class. Asiknya, dia gak pernah sombong. Mungkin karena mayoritas berasal dari keluarga menengah ke bawah, jadi dia ikut bergabung dengan mayoritas.

Pernah ketika kelas 1, dia kehilangan uang 20 ribu. Semua heboh. Bayangkan, waktu itu, uang 20 ribu terbilang besar nominalnya. Semua murid dan guru, heboh mencari sampai ke kebun belakang sekolah. Tapi dia sepertinya selalu kalem. Ketika kelas 5, kita pernah ada pelajaran memasak per kelompok menurut barisan tempat duduk. Kebetulan tempat duduk dia ada di depanku. Senang? Iya, karena sesuai harapanku, semua bahan-bahan masakan yang terbilang wah, ditanggung sama dia. Waktu itu kita memasak sop pake sosis, ayam goreng, plus buah-buahan yang macem-macem. Teruuus, anak-anak cewek lain pada iri sama kita yang sekelompok sama Adit. Saking keselnya, aku sampai gak makan itu masakan (padahal gak ada hubungannya sama sekali).

Akhirnya anak cowok terganteng itu pindah ke Cijulang ketika naik ke kelas 6. Aku satu sekolah lagi du SMP dan SMA tapi beda kelas. Daaan tidak seakrab dulu. Mungkin dia udah punya lingkungan dan teman-teman yang sepadan dengan levelnya. Tapi sepertinya dia selalu baik. Mungkin karena beda kelas saja jadinya berasa jauh.

Dengan teman-teman lainnya aku tidak terlalu bermasalah. Penyakit menggigitku sudah sembuh. Hanya saja pernah beberapa kali aku marah besar. Ketika Arip (Alm) meledekku (lupa meledek apa), aku sangat marah. Kulempar tas nya sekuat tenaga sampai sobek sedikit karena trnyata di dalam tas nya ada penggaris besi, sehingga ujungnya yang tajam membuat sobek di bagian sudut tas. Ada lagi Gilang, dia tak sengaja menginjak tali sepatuku sampai kedua lututku terluka cukup besar ketika sedang lari di pelajaran olah raga. Aku tak berhenti memarahinya, padahal kalau dipikir, itu salahku yang kurang hati-hati. Yang terakhir, namanya Asep. Dia tak sengaja memegang buku ku setelah selesai main bola. Keringat campur debu yang menempel di telapak tangannya hinggap di buku ku sehingga meninggalkan jejak telapak tangan. Aku marah besar. Selain itu, aku cukup manis kok,hehe..

Sikapku cukup manis sampai guru-guru di sekolah menyayangiku. Terlebih, karena aku sang juara kelas. Ya, mulai SD, aku ditekankan oleh mamahku untuk rajin belajar dan harus bisa menjadi juara kelas. Dari sanalah aku mulai berorientasi pada nilai.

Sejak kelas 1 sampai kelas 5, aku selalu menjadi yang pertama. Sampai akhirnya, ada anak baru, pindahan dari Kawali bernama Rahadian, yang menggeserku. Selama kelas 6, aku harus rela diduakan, eh maksudnya menjadi yang kedua. Dia memang pintar, apalagi Matematika, di mana aku memang payah dalam urusan menghitung. Sejak SD, aku memang kurang suka dengan hitungan. Aku lebih bersemangat di pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (spesialis mengarang). Gak heran sih, dia bisa menggeserku. Dia kemudian menjadi rivalku. Bahkan kita sering saling meledek di luar pelajaran. Sangat menyebalkan. Sempat waktu itu ada Lomba Siswa Berprestasi. Aku dan dia mewakili sekolahku di tingkat Kecamatan. Memang, kita sama-sama belum beruntung menjadi yang pertama, tapi aku cukup kesal. Dia bisa ada di urutan 4, sedangkan aku harus puas di urutan 6.

Di SMP dan SMA, kita satu sekolah lagi tapi beda kelas. Kita jarang saling sapa. Entah masih berasa musuh atau canggung karena malu kalau ingat kelakuan bocah. Tapi sekarang, medsos cukup membantu. Aku mulai berkomunikasi lagi dengan baik via BBM.

Yah, menyenangkannya selama 6 tahun, bersama teman-teman yang aneh-aneh tingkah lakunya. Rasanya bukan hanya aku yang mengalami bikin coretan di meja pake tipe x dengan tulisan A ❤ B, saling meledek nama orang tua, nangis gak jelas di meja sambil kepala nunduk ke meja lalu teman yang lainnya pada nanya “ku abi?” “ku abi nya?”, nulis pake kapur di papan tulis, buang sampah plastik ke kolong meja. Ahh, it’s unforgettable moment. And I miss all of them 🙂

#nulisrandom2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s